Senin, 01 Januari 2018

profile askara



Program
◙       Para Juara dikelompokan (sesuai usia dan bidang kejuaraan)
◙       Para Juara “diasuh” dan “diasah” dengan “asih”nya Para Profesional dibidangnya
◙       Para Juara dituntun, diarahkan, ditampilkan sebagai maskot-maskot “Bandung Juara” pada saatnya nanti
◙       Para Juara sekaligus menjadi “Juara Kebanggaan” Ibu Bapak dan Adik Kakak sekeluarga

Sabtu, 04 Februari 2017

AsKaRa Memotivasi Anak Juara

 
MERIAH: Komunitas AsKaRa saat acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di Sasana Budaya Ganesha beberapa waktu yang lalu.


ADA yang berbeda dilakukan Apresiasi Komunitas Anak Juara (AsKaRa). Komunitas yang menghimpun anak berprestasi ini mencoba melakukan pembinaan kepada anak-anak. Tujuannya, agar para anak yang berprestasi ini memiliki sikap Jujur, Unggul, Antusias, Ramah dan Atraktif (Juara).

Pengurus AsKaRa Graxia Nathalia menyebutkan, para anak juara ini diberikan apresiasi berupa piala atau penghargaan untuk lebih memotivasi semangatnya dalam meningkatkan prestasi baik dibidang Olahraga, Akademik dan Seni Budaya. ”Komunitas ini digagas oleh Pak Anthony Suhari, yang punya komitmen tinggi untuk memajukan generasi bangsa, walaupun masih berumur jagung, namun responnya sudah lumayan bagus,” terangnya, Rabu (3/2) kemarin.

Para anak juara ini, kata Grace, panggilan akrabnya, terus dibina untuk memiliki karakter juara. Bahkan, mereka diberikan sejumlah fasilitas tertentu seperti kartu kredit yang bisa digunakan untuk memasuki beberapa tempat wisata di Kota Bandung. Selain itu para anak juara ini juga diberikan kesempatan untuk belajar di lembaga pendidikan yang melakukan kerjasama dengan AsKaRa.

Selain mendapatkan respon positif dari masyarakat Bandung, keberadaan komunitas anak berprestasi ini ternyata mengundang perhatian pemerintah seperti, Menteri Pendidikan, Menteri perdagangan dan Ekonomi Kreatif, Menteri Agraria,Wali Kota dan Dinas Pendidikan Kota Bandung. ”Kami juga memberikan pemahaman kepada para anak juara ini dalam pola hidup bersih dan sehat. Seperti membiasakan diri mimun air putih untuk kesehatan mereka,” jelasnya.
Ditambahkannya, melalui program Bomi (Botol Minuman), selain membiasakan anak untuk mengkonsumsi air putih, juga mengedukasi mereka untuk mengurangi jumlah sampah plastic sebagai wujud kecintaan terhadap lingkungan hidup.

Bukan hanya itu, anak penyandang disablitias dan autis juga menjadi salah satu bidikan dari AsKaRa dalam meningkatkan misi sumber daya manusia.
Saat ini, sudah 25 sekolah di Kota Bandung yang melakukan kerjasama dengan AkSaRa, mulai tingkat TK, SD, hingga SMP. ”Saat Peringatan Hari Sumpah pemuda tahun lalu, para anak juara ini melakukan deklarasi sebagai calon pemuda. Para anak juara juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan shooting agar mereka terbiasa dan percaya diri untuk tampil di depan public. Dan kami tengah menyusun konsep yang akan dikembangkan lagi sehingga lebih jelas lagi mau dibawa kemana anak berprestasi ini sehingga bisa termotivasi untuk mengharumkan nama bangsa,” pungkasnya. (bun/asp)

jabarekspres.com

Rabu, 21 Oktober 2015

'We Love Bandung' ajang kumpul, bagi anak-anak

We love Bandung. ©2015 Merdeka.com/ Astri Agustina
Merdeka.com | Astri Agustina - Ratusan anak-anak dari sekitar 1.200 sekolah di Bandung diajak berkumpul dalam perhelatan akbar bertajuk We Love Bandung. Acara tersebut akan diselenggarakan di Festival Citylink selama tiga hari pada 23, 24, dan 25 Oktober 2015 mendatang.

Ketua panitia We Love Bandung, Anthony, menjelaskan dalam agenda yang merupakan rangkaian acara ulang tahun Bandung ke 205 itu akan disuguhkan beberapa kegiatan menarik. "Di antaranya adalah eco music festival, lomba lukis anak-anak, lomba foto anak Bandung di mata anak, bamboo around the world, dan lomba kaulinan bambu," ujar Anthony, Selasa (20/10/15).

Tak hanya itu, beberapa kegiatan lainnya berupa festival seperti perlombaan menggambar serta kegiatan melukis yang dilakukan oleh ratusan siswa. Sementara itu, kegiatan ini ditujukan bagi siswa TK, SD, SMP serta SMA. Setiap harinya selama tiga hari akan ada minimal 205 siswa yang ikut andil dalam kegiatan tersebut.

"Kami ingin mengajak anak-anak bersenang-senang sekaligus belajar dalam kegiatan kami. Ini acara khusus buat anak-anak, kami ingin bikin wadah untuk anak-anak bisa bebas berekspresi," jelasnya.

merdeka.com